Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

1.440 Hektare Siap Tanam, Kementan Dorong Papua Barat Daya Jadi Lumbung Pangan Baru

Redaksi Redaksi • 12 Aug 2026 • 17 • 0 • 3 menit
1.440 Hektare Siap Tanam, Kementan Dorong Papua Barat Daya Jadi Lumbung Pangan Baru

PAPUA BARAT DAYA — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan produksi pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian di wilayah timur Indonesia. Papua Barat Daya menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lumbung pangan baru.

Sebanyak 1.440 hektare lahan siap tanam menjadi salah satu modal penting dalam upaya memperluas areal produksi sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Pengembangan lahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan. Optimalisasi lahan pertanian akan semakin kuat apabila didukung ketersediaan sarana produksi, irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), pendampingan penyuluh, serta kepastian akses pasar.

Kementan menempatkan penguatan produksi pangan di kawasan timur Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Papua Barat Daya memiliki peluang untuk menjadi salah satu sentra produksi baru karena masih tersedia lahan yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan pertanian.

Selain peningkatan produksi, pengembangan kawasan pertanian juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekonomi lokal. Petani dapat memperoleh manfaat dari peningkatan produktivitas, sementara aktivitas pascapanen, distribusi, pengolahan hasil dan perdagangan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Keberhasilan program tersebut tentunya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, penyuluh, pelaku usaha dan masyarakat setempat. Perencanaan komoditas juga perlu disesuaikan dengan kondisi agroekosistem serta kebutuhan pasar agar pengembangan pertanian berlangsung berkelanjutan.

Dengan tersedianya 1.440 hektare lahan siap tanam, Papua Barat Daya memiliki peluang untuk memperkuat kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus menjadi contoh pengembangan kawasan pertanian di wilayah timur Indonesia.

Jika dikelola secara tepat, potensi tersebut bukan hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kementan mendorong agar potensi lahan tersebut dioptimalkan secara produktif, berkelanjutan dan berpihak kepada petani, sehingga Papua Barat Daya dapat tumbuh sebagai salah satu lumbung pangan baru Indonesia.

hum/red

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!