Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

1.832 Hektare Sawah di Tana Toraja Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen

Redaksi Redaksi • 13 Aug 2026 • 15 • 0 • 3 menit
1.832 Hektare Sawah di Tana Toraja Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen

TANA TORAJA – Kekeringan melanda sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut mengancam 1.832,25 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen akibat berkurangnya pasokan air irigasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tana Toraja, Yohanis Some, mengatakan kondisi kekeringan berkaitan dengan musim kemarau yang berlangsung sejak Juli 2026 dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus.

“1.832,25 hektare lahan pertanian terancam gagal panen. Ini memang kondisi alam yang tidak kita prediksi,” kata Yohanis saat dikonfirmasi pada Senin (13/8/2026).

Berkurangnya ketersediaan air membuat tanaman padi di sejumlah wilayah menghadapi risiko kekurangan air, terutama pada lahan yang mengandalkan jaringan irigasi.

Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus mengurangi potensi kerugian yang dialami petani. Langkah penanganan terhadap dampak kekeringan menjadi penting mengingat sektor pertanian merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat di Tana Toraja.

Kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air, kesiapan menghadapi musim kemarau serta strategi mitigasi bagi petani agar risiko gagal panen dapat ditekan.

Data mengenai ancaman gagal panen tersebut sebelumnya diberitakan oleh detikSulsel berdasarkan keterangan Dinas Pertanian dan Perikanan Tana Toraja.

Hum/red

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!