Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Atasi Hama dan Penyakit, Petani Kakao Desa Dolago Kenalkan 'Ramuan' Ampuh untuk Panen Melimpah

Redaksi AGRI Redaksi AGRI • 29 Jul 2026 • 89 • 1 • 3 menit
Atasi Hama dan Penyakit, Petani Kakao Desa Dolago Kenalkan 'Ramuan' Ampuh untuk Panen Melimpah
AGRI - Desa Dolago, salah satu sentra kakao di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, selama ini menghadapi tantangan serius dalam budidaya kakao, terutama serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) dan penyakit busuk buah. Kedua masalah ini sering kali menyebabkan kerugian besar dan menurunkan produktivitas. Namun, kini para petani di sini mulai menemukan solusi efektif dengan mengombinasikan praktik pertanian modern dan inovasi pupuk serta pestisida yang lebih ramah lingkungan. Inovasi "Ramuan" Pupuk dan Pestisida Berbeda dengan cara konvensional yang hanya mengandalkan satu jenis pupuk, kini petani di Desa Dolago mulai mengombinasikan beberapa produk untuk hasil optimal. Mereka tidak lagi hanya fokus pada pupuk dasar, tetapi juga menggunakan pupuk "booster" buah yang diperkaya Kalium (K), Fosfor (P), dan unsur mikro seperti Boron (B) dan Kalsium (Ca). Pupuk booster ini disemprotkan langsung ke batang dan bunga untuk merangsang pembentukan buah dan mencegah kerontokan. "Dulu, bunga banyak yang rontok. Tapi setelah pakai pupuk ini, bunga jadi buah dan buahnya lebih besar," kata Rahman, seorang petani kakao lokal. Selain itu, untuk mengatasi hama PBK, petani mulai beralih ke pendekatan terpadu. Mereka mengaplikasikan fungisida dan pestisida yang efektif, namun juga menggunakan perangkap hama sederhana untuk mengurangi populasi PBK. Beberapa produk yang efektif dalam mengatasi penyakit busuk buah juga sudah mulai dimanfaatkan. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif kelompok tani dan penyuluh pertanian. Mereka secara rutin mengadakan pertemuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang cara aplikasi produk yang benar. Edukasi ini sangat penting, mengingat masih banyak petani yang belum terbiasa dengan dosis dan waktu aplikasi yang tepat. Penerapan teknologi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kuantitas panen, tetapi juga kualitas biji kakao. Dengan biji yang lebih sehat dan seragam, petani Desa Dolago bisa mendapatkan harga jual yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Redaksi AGRI
Penulis

Redaksi AGRI

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

rofiif
rofiif 2 months ago

bagus