BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Sektor pertanian memiliki posisi strategis bagi Banyuwangi. Berdasarkan dokumen perencanaan pemerintah daerah, pertanian tidak hanya berperan dalam menyediakan pangan, tetapi juga menjadi sumber lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Banyuwangi juga dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Timur.
Dorongan pengembangan pertanian dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai komoditas unggulan, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan hingga peternakan. Pemerintah daerah juga menempatkan peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, sarana produksi, serta penguatan kelompok tani sebagai bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, pengembangan pertanian juga diarahkan agar masyarakat mampu menciptakan nilai tambah. Pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi pascapanen, mekanisasi, pengembangan pertanian ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik serta pendampingan kepada petani menjadi sejumlah langkah yang dikembangkan.
Regenerasi Petani Jadi Perhatian
Upaya mendorong masyarakat masuk dan berkembang di sektor pertanian juga menyasar generasi muda. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui berbagai program memberikan pendampingan, mentor, serta stimulus bagi anak muda yang ingin mengembangkan usaha di bidang pertanian.
Program tersebut diharapkan mampu mengubah pandangan bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi dapat menjadi bidang usaha yang menjanjikan apabila dikelola secara inovatif dan berbasis teknologi.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengembangkan inovasi pelayanan pertanian. Pada 2026, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi memasukkan sejumlah program seperti layanan pertanian terpadu, pemanfaatan teknologi IoT dan drone untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pembinaan kelompok tani.
Pengembangan potensi pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, kelompok tani, generasi muda, pelaku usaha dan pendamping pertanian, potensi lahan serta komoditas lokal diharapkan dapat menghasilkan produk yang semakin berkualitas dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Banyuwangi pun memiliki peluang besar untuk terus memperkuat posisi sebagai daerah pertanian produktif. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan, menjaga lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memastikan hasil pertanian memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat inovasi dan pemberdayaan masyarakat, pertanian Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi daerah yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani.
hum/red
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!