Makasar,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan lahan sawah akibat musim kemarau yang diperparah fenomena El Niño. Penanganan dilakukan secara serentak di 24 kabupaten/kota melalui program pompanisasi dan pembangunan sumur bor.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan tim pertanian provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dikerahkan untuk menangani lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga produktivitas padi sekaligus mencegah kerusakan lahan semakin parah.
Pemprov Sulsel sementara menyiapkan sekitar 300 unit pompa air serta pembangunan sekitar 100 titik sumur bor. Pompa diprioritaskan untuk lahan yang masih memiliki sumber air, sedangkan sumur bor disiapkan bagi persawahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar lokasi.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Bustanul Arifin, menjelaskan bahwa penentuan lokasi dilakukan melalui koordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman.
Selain penanganan jangka pendek melalui pompanisasi dan sumur bor, pemerintah juga melakukan perbaikan infrastruktur irigasi. Pemprov Sulsel menyebut terdapat sekitar 39 daerah irigasi yang masuk dalam pembangunan dan perbaikan melalui proyek multiyears, dengan cakupan sekitar 54.000 hektare sawah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Sebelumnya, pada Juli 2026, Pemprov Sulsel juga menerima dan menyalurkan bantuan pertanian untuk 24 kabupaten/kota, termasuk 300 unit pompa air serta berbagai alat dan mesin pertanian.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan
Intinya, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk menjaga sawah tetap mendapatkan air saat kemarau, sementara perbaikan irigasi menjadi langkah jangka panjang agar ketahanan pangan dan produktivitas petani Sulsel tetap terjaga.
Ringkasan: Pemprov Sulsel melakukan pompanisasi di 24 kabupaten/kota untuk menghadapi kekeringan akibat kemarau dan El Niño. Sekitar 300 pompa air dan 100 titik sumur bor disiapkan, disertai perbaikan 39 daerah irigasi yang mencakup sekitar 54.000 hektare sawah.
PPL/JK/hum
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!