Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Gubernur Sulsel Selamatkan Lahan Pertanian di 24 Wilayah Lewat Pompanisasi

Redaksi Redaksi • 14 Aug 2026 • 12 • 0 • 3 menit
Gubernur Sulsel Selamatkan Lahan Pertanian di 24 Wilayah Lewat Pompanisasi

Makasar,-  Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan lahan sawah akibat musim kemarau yang diperparah fenomena El Niño. Penanganan dilakukan secara serentak di 24 kabupaten/kota melalui program pompanisasi dan pembangunan sumur bor. 

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan tim pertanian provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dikerahkan untuk menangani lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga produktivitas padi sekaligus mencegah kerusakan lahan semakin parah. 

Pemprov Sulsel sementara menyiapkan sekitar 300 unit pompa air serta pembangunan sekitar 100 titik sumur bor. Pompa diprioritaskan untuk lahan yang masih memiliki sumber air, sedangkan sumur bor disiapkan bagi persawahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar lokasi.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Bustanul Arifin, menjelaskan bahwa penentuan lokasi dilakukan melalui koordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman.

Selain penanganan jangka pendek melalui pompanisasi dan sumur bor, pemerintah juga melakukan perbaikan infrastruktur irigasi. Pemprov Sulsel menyebut terdapat sekitar 39 daerah irigasi yang masuk dalam pembangunan dan perbaikan melalui proyek multiyears, dengan cakupan sekitar 54.000 hektare sawah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Sebelumnya, pada Juli 2026, Pemprov Sulsel juga menerima dan menyalurkan bantuan pertanian untuk 24 kabupaten/kota, termasuk 300 unit pompa air serta berbagai alat dan mesin pertanian.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Intinya, pompanisasi menjadi solusi cepat untuk menjaga sawah tetap mendapatkan air saat kemarau, sementara perbaikan irigasi menjadi langkah jangka panjang agar ketahanan pangan dan produktivitas petani Sulsel tetap terjaga.

Ringkasan: Pemprov Sulsel melakukan pompanisasi di 24 kabupaten/kota untuk menghadapi kekeringan akibat kemarau dan El Niño. Sekitar 300 pompa air dan 100 titik sumur bor disiapkan, disertai perbaikan 39 daerah irigasi yang mencakup sekitar 54.000 hektare sawah.

PPL/JK/hum

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!