Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Melon Amanda Pak Sugiono 32 HST, Gunakan Pupuk Organik Dogumon

Redaksi Redaksi • 13 Aug 2026 • 49 • 0 • 3 menit
Melon Amanda Pak Sugiono 32 HST, Gunakan Pupuk Organik Dogumon

Nganjuk — Budidaya melon varietas Amanda milik petani Pak Sugiono di Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, memasuki usia 32 hari setelah tanam (HST). Dalam pemeliharaannya, tanaman melon tersebut menggunakan pupuk organik Dogumon sebagai salah satu bagian dari perawatan tanaman.

Memasuki usia 32 HST, tanaman melon Amanda di lahan Pak Sugiono terus mendapatkan perawatan. Penggunaan pupuk organik Dogumon menjadi bagian dari upaya pemeliharaan tanaman agar pertumbuhannya tetap terjaga hingga memasuki fase pembentukan dan pembesaran buah.

Tanaman melon Amanda milik Pak Sugiono dibudidayakan di lahan pertanian Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. Pada usia 32 HST, tanaman berada dalam fase pertumbuhan yang membutuhkan pemantauan dan perawatan secara rutin.

Dalam proses budidayanya, Pak Sugiono menggunakan pupuk organik Dogumon. Pemupukan dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan tanaman bersama perawatan lainnya, seperti pengairan dan pemantauan kondisi tanaman.

Penggunaan pupuk tersebut menjadi bagian dari pengalaman budidaya yang dilakukan petani di lapangan. Namun, hasil akhir pertumbuhan dan produksi melon tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi lahan, cuaca, varietas, teknik budidaya, serta pengelolaan tanaman secara keseluruhan.

Saat ini, tanaman melon Amanda masih dalam proses pertumbuhan. Perkembangannya akan terus dipantau hingga memasuki tahap panen untuk melihat hasil budidaya yang diperoleh Pak Sugiono.

Anam/red 

 

AGRI INDONESIA NEWS — Mengabarkan perkembangan pertanian langsung dari lahan petani.

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!