Nganjuk — Budidaya melon varietas Amanda milik petani Pak Sugiono di Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, memasuki usia 32 hari setelah tanam (HST). Dalam pemeliharaannya, tanaman melon tersebut menggunakan pupuk organik Dogumon sebagai salah satu bagian dari perawatan tanaman.
Memasuki usia 32 HST, tanaman melon Amanda di lahan Pak Sugiono terus mendapatkan perawatan. Penggunaan pupuk organik Dogumon menjadi bagian dari upaya pemeliharaan tanaman agar pertumbuhannya tetap terjaga hingga memasuki fase pembentukan dan pembesaran buah.
Tanaman melon Amanda milik Pak Sugiono dibudidayakan di lahan pertanian Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. Pada usia 32 HST, tanaman berada dalam fase pertumbuhan yang membutuhkan pemantauan dan perawatan secara rutin.
Dalam proses budidayanya, Pak Sugiono menggunakan pupuk organik Dogumon. Pemupukan dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan tanaman bersama perawatan lainnya, seperti pengairan dan pemantauan kondisi tanaman.
Penggunaan pupuk tersebut menjadi bagian dari pengalaman budidaya yang dilakukan petani di lapangan. Namun, hasil akhir pertumbuhan dan produksi melon tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi lahan, cuaca, varietas, teknik budidaya, serta pengelolaan tanaman secara keseluruhan.
Saat ini, tanaman melon Amanda masih dalam proses pertumbuhan. Perkembangannya akan terus dipantau hingga memasuki tahap panen untuk melihat hasil budidaya yang diperoleh Pak Sugiono.
Anam/red
AGRI INDONESIA NEWS — Mengabarkan perkembangan pertanian langsung dari lahan petani.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!