Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Petani Banyuwangi Uji Ramuan Genderuwo dan Dogumon Gold di Lahan Sendiri

Redaksi Redaksi • 13 Aug 2026 • 79 • 0 • 3 menit
Petani Banyuwangi Uji Ramuan Genderuwo dan Dogumon Gold di Lahan Sendiri

Banyuwangi — Robet, seorang petani di wilayah Songgon–Rogojampi, Banyuwangi, bersama tim lapangan melakukan pengujian penggunaan pupuk ramuan Genderuwo dan Dogumon Gold pada lahan pertanian miliknya sendiri.

Pengujian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya melihat secara langsung respons tanaman terhadap perlakuan pupuk yang digunakan. Robet bersama tim lapangan memantau kondisi tanaman dan perkembangan lahan secara berkala.

Menurut Robet, pengalaman penggunaan di lahannya menjadi dasar untuk menilai kinerja pupuk tersebut berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Ia menyebut hasil pengamatan sejauh ini menunjukkan perkembangan tanaman yang dinilai positif.

Namun, hasil penggunaan pupuk tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi lahan, jenis tanaman, dosis, pola pemupukan, cuaca, serta perawatan secara keseluruhan. Karena itu, pengalaman satu lahan belum dapat menjadi kesimpulan bahwa produk tersebut pasti memberikan hasil yang sama di seluruh lokasi.

Tim lapangan juga melakukan pendampingan agar penggunaan pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Dokumentasi perkembangan tanaman menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.

Pengalaman Robet ini menjadi salah satu contoh praktik lapangan yang dapat menjadi bahan diskusi bagi petani lain, terutama terkait pemilihan dan pengelolaan pupuk dalam budidaya tanaman.

roji/red

AGRI INDONESIA NEWS — Pertanian dari Lahan, Informasi untuk Petani.

Catatan: Klaim mengenai “kehebatan” pupuk dalam berita ini ditempatkan sebagai pengalaman dan hasil pengamatan Robet di lahannya, bukan sebagai klaim ilmiah atau jaminan hasil bagi semua petani.

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!