BANYUWANGI — Pak Sururi, petani cabai asal Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, melakukan budidaya cabai dengan menggunakan ramuan pupuk Genderuwo dan Dogimon Gold.
Berdasarkan pengamatan di lahan, sejumlah tanaman cabai milik Sururi menunjukkan perkembangan buah yang dinilai cukup baik. Buah cabai, khususnya pada bagian bawah tanaman, terlihat berukuran lebih besar.
Penggunaan pupuk tersebut menjadi bagian dari praktik budidaya yang dilakukan Sururi di lahannya. Untuk memastikan pengaruh penggunaan pupuk terhadap pertumbuhan dan ukuran buah, hasilnya tetap perlu dibandingkan dengan tanaman yang menggunakan perlakuan berbeda serta memperhatikan varietas, kondisi tanah, cuaca, pemeliharaan, dan dosis aplikasi.
Pemantauan di lapangan turut dilakukan Pak Robert, tim senior lapangan dari Indofas. Kehadiran tim tersebut untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus berdiskusi mengenai proses budidaya yang dilakukan petani.
Sururi mengatakan hasil yang terlihat di lahannya menjadi pengalaman tersendiri dalam melakukan budidaya cabai. Namun, hasil panen secara keseluruhan akan menjadi salah satu indikator penting untuk menilai keberhasilan budidaya tersebut.
Pengamatan secara berkelanjutan diperlukan agar penggunaan ramuan Genderuwo dan Dogimon Gold dapat dinilai secara lebih objektif berdasarkan hasil tanaman dan produktivitas panen.
mat/red
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!