Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Petani Cabai Desa Bedewang Uji Penggunaan Ramuan Genderuwo dan Dogimon Gold

Redaksi Redaksi • 14 Aug 2026 • 22 • 0 • 3 menit
Petani Cabai Desa Bedewang Uji Penggunaan Ramuan Genderuwo dan Dogimon Gold

BANYUWANGI — Pak Sururi, petani cabai asal Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, melakukan budidaya cabai dengan menggunakan ramuan pupuk Genderuwo dan Dogimon Gold.

Berdasarkan pengamatan di lahan, sejumlah tanaman cabai milik Sururi menunjukkan perkembangan buah yang dinilai cukup baik. Buah cabai, khususnya pada bagian bawah tanaman, terlihat berukuran lebih besar.

Penggunaan pupuk tersebut menjadi bagian dari praktik budidaya yang dilakukan Sururi di lahannya. Untuk memastikan pengaruh penggunaan pupuk terhadap pertumbuhan dan ukuran buah, hasilnya tetap perlu dibandingkan dengan tanaman yang menggunakan perlakuan berbeda serta memperhatikan varietas, kondisi tanah, cuaca, pemeliharaan, dan dosis aplikasi.

Pemantauan di lapangan turut dilakukan Pak Robert, tim senior lapangan dari Indofas. Kehadiran tim tersebut untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus berdiskusi mengenai proses budidaya yang dilakukan petani.

Sururi mengatakan hasil yang terlihat di lahannya menjadi pengalaman tersendiri dalam melakukan budidaya cabai. Namun, hasil panen secara keseluruhan akan menjadi salah satu indikator penting untuk menilai keberhasilan budidaya tersebut.

Pengamatan secara berkelanjutan diperlukan agar penggunaan ramuan Genderuwo dan Dogimon Gold dapat dinilai secara lebih objektif berdasarkan hasil tanaman dan produktivitas panen.

mat/red

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!