Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

PERTANIAN

KKN Unida Bogor Dorong UMKM Desa Bendungan Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Redaksi Redaksi • 02 Sep 2026 • 40 • 0 • 3 menit
KKN Unida Bogor Dorong UMKM Desa Bendungan Naik Kelas Lewat Digitalisasi

BOGOR, Agrinews.com— Penguatan UMKM di tingkat desa tak cukup hanya dengan bantuan modal. Kemampuan membangun identitas usaha, mengelola keuangan, dan memanfaatkan pemasaran digital menjadi tantangan yang turut menentukan keberlanjutan bisnis.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 03 Universitas Djuanda (Unida) Bogor melakukan monitoring dan pendampingan sejumlah UMKM di Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah usaha yang dikunjungi antara lain AV Mushroom, Keripik Favorit, Keripik Kriukrasa, Telur Asin Bu Acih, Ikan Cue dan Rangginang.

Pendampingan tidak berhenti pada kunjungan. Mahasiswa membantu pelaku usaha mengoptimalkan Google Maps, membuat konten media sosial dan TikTok Ads, menyusun pembukuan sederhana, membuat logo, serta memperkuat identitas usaha.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan UMKM desa bukan semata soal produksi, tetapi juga bagaimana produk ditemukan konsumen, dikenali sebagai merek, dan dikelola secara lebih tertib.

Mahasiswa juga memasang banner pada sejumlah UMKM untuk meningkatkan visibilitas sekaligus memperjelas identitas usaha di tengah masyarakat.

Bagi Desa Bendungan, pendampingan semacam ini menjadi peluang untuk menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan perkembangan pemasaran digital. Namun, keberlanjutannya tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha menerapkan pengetahuan tersebut secara konsisten setelah program KKN berakhir.

KKN Kelompok 03 Unida Bogor berharap pendampingan tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi UMKM Desa Bendungan untuk memperluas pasar, memperkuat merek, dan mengelola usaha secara lebih profesional.

Sumber: KKN UNISDA

Editor.   : Prayitno 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!