BOGOR, Agrinews.com— Penguatan UMKM di tingkat desa tak cukup hanya dengan bantuan modal. Kemampuan membangun identitas usaha, mengelola keuangan, dan memanfaatkan pemasaran digital menjadi tantangan yang turut menentukan keberlanjutan bisnis.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 03 Universitas Djuanda (Unida) Bogor melakukan monitoring dan pendampingan sejumlah UMKM di Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (11/8/2026).
Sejumlah usaha yang dikunjungi antara lain AV Mushroom, Keripik Favorit, Keripik Kriukrasa, Telur Asin Bu Acih, Ikan Cue dan Rangginang.
Pendampingan tidak berhenti pada kunjungan. Mahasiswa membantu pelaku usaha mengoptimalkan Google Maps, membuat konten media sosial dan TikTok Ads, menyusun pembukuan sederhana, membuat logo, serta memperkuat identitas usaha.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan UMKM desa bukan semata soal produksi, tetapi juga bagaimana produk ditemukan konsumen, dikenali sebagai merek, dan dikelola secara lebih tertib.
Mahasiswa juga memasang banner pada sejumlah UMKM untuk meningkatkan visibilitas sekaligus memperjelas identitas usaha di tengah masyarakat.
Bagi Desa Bendungan, pendampingan semacam ini menjadi peluang untuk menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan perkembangan pemasaran digital. Namun, keberlanjutannya tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha menerapkan pengetahuan tersebut secara konsisten setelah program KKN berakhir.
KKN Kelompok 03 Unida Bogor berharap pendampingan tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi UMKM Desa Bendungan untuk memperluas pasar, memperkuat merek, dan mengelola usaha secara lebih profesional.
Sumber: KKN UNISDA
Editor. : Prayitno
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!