Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Timun Emas 4 Kg Milik Abah Nuri Curi Perhatian

Redaksi Redaksi • 05 Aug 2026 • 418 • 0 • 3 menit
Timun Emas 4 Kg Milik Abah Nuri Curi Perhatian

Banyuwangi – Petani timun emas, Abah Nuri, warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, berhasil menarik perhatian dengan hasil budidaya timun emas yang diklaim mencapai bobot hingga 4 kilogram per buah.

Keberhasilan tersebut disebut diperoleh melalui penerapan Ramuan Genderuwo yang dipadukan dengan Dogumon Gold, produk nutrisi tanaman yang dikembangkan oleh PT Indofast Agro Nusantara. Produk Dogumon Gold dipasarkan sebagai nutrisi tanaman dengan kandungan kalium tinggi untuk mendukung fase generatif tanaman.

Dalam kegiatan budidaya tersebut, Abah Nuri didampingi oleh Dr. Eko Pranyoto, yang dikenal sebagai Presiden Genderuwo. Pendampingan dilakukan untuk mengamati perkembangan tanaman sekaligus memberikan edukasi mengenai teknik pemupukan dan perawatan agar pertumbuhan tanaman berlangsung optimal.

Menurut Abah Nuri, kombinasi perlakuan budidaya dan penggunaan nutrisi yang tepat diharapkan mampu menghasilkan buah timun emas berukuran besar dengan kualitas yang baik. Hasil di lahan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi petani hortikultura lainnya untuk terus melakukan inovasi dalam meningkatkan produktivitas.

Ke depan, lahan budidaya timun emas di Desa Sumbersewu diharapkan dapat menjadi lokasi pembelajaran dan demonstrasi teknologi budidaya bagi petani di wilayah Banyuwangi maupun daerah lainnya. (Vif/red)

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!