NIAS SELATAN — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Pengembangan UMKM dan potensi pariwisata menjadi bagian penting dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
RCEO BRI Region 1 Medan Novian Supriatno mengatakan pemberdayaan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRI memberikan manfaat kepada masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” kata Novian dalam keterangan yang diterima di Medan, Senin (24/8/2026).
Rangkaian kegiatan mencakup dukungan penguatan ekonomi masyarakat, pemeriksaan kesehatan gratis, hiburan rakyat, serta aktivasi BRI Peduli “Satu Tanda, Sejuta Harapan” bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurut Novian, Bawomataluo memiliki kekayaan budaya, sejarah, sosial, ekonomi, dan pariwisata yang dapat dikembangkan secara terpadu untuk menciptakan peluang usaha baru.
“Pertumbuhan harus dirasakan hingga desa. Karena itu, potensi yang ada di desa harus dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif, menciptakan peluang usaha, memperkuat UMKM, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Penguatan tersebut sejalan dengan program Desa BRILiaN yang dikembangkan BRI melalui empat aspek, yakni BUMDesa, digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, sumber daya lokal diharapkan semakin optimal, kelembagaan ekonomi desa semakin kuat, serta kapasitas masyarakat meningkat sehingga terbentuk ekosistem ekonomi desa yang mandiri.
Potensi budaya dan sejarah Bawomataluo juga dinilai memiliki peluang besar untuk menggerakkan sektor pariwisata. Pengembangannya dapat membuka ruang bagi UMKM, kerajinan, kuliner, jasa wisata, hingga berbagai usaha pendukung pariwisata.
“UMKM adalah bagian penting dari ekonomi masyarakat. Di balik satu usaha terdapat keluarga, tenaga kerja, dan rantai ekonomi yang ikut bergerak. Karena itu, memperkuat UMKM berarti memperkuat fondasi ekonomi masyarakat,” kata Novian.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan Amsarno Satriawan Sarumaha menilai kehadiran BRI memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bawomataluo.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada BRI yang telah hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan di Bawomataluo. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, menggerakkan ekonomi, sekaligus memperkenalkan potensi Bawomataluo kepada masyarakat luas dan wisatawan,” ujarnya.
Pemberdayaan UMKM yang terhubung dengan potensi budaya dan pariwisata menjadi salah satu strategi penting agar pertumbuhan ekonomi desa tidak berhenti pada aktivitas ekonomi jangka pendek, tetapi mampu menciptakan usaha, lapangan kerja, dan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ns/ as
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!