Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Dari Bandara Juanda ke Bengkel Keris, Sisil Memilih Menjaga Warisan Empu Aeng Tongtong

Redaksi Redaksi • 29 Aug 2026 • 68 • 0 • 3 menit
Dari Bandara Juanda ke Bengkel Keris, Sisil Memilih Menjaga Warisan Empu Aeng Tongtong

SUMENEP, Agrinews.com — Tidak semua orang memilih masa depan dengan meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan. Hashilatun Nasifah justru mengambil jalan berbeda. Setelah pernah bekerja di Bandara Juanda, perempuan 25 tahun itu pulang ke kampung halaman dan memilih menjadi empu keris.

Di Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, keputusan Sisil—sapaan akrabnya—bukan sekadar pergantian profesi. Ia memilih masuk kembali ke dunia yang telah menjadi bagian dari keluarganya selama beberapa generasi.

Di bengkel sederhana di depan rumah, Sisil mengerjakan keris menggunakan peralatan tradisional. Ketekunan itu menjadikannya salah satu dari enam empu keris perempuan di Aeng Tongtong, dari total 446 perajin keris yang berada di desa tersebut.

Aeng Tongtong sendiri memiliki posisi penting dalam tradisi keris Madura. Pada 2022, desa ini memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai desa wisata dengan jumlah empu keris terbanyak.

Namun, keberadaan ratusan perajin bukan berarti tradisi tersebut otomatis akan bertahan. Regenerasi menjadi tantangan penting, terutama ketika generasi muda memiliki semakin banyak pilihan pekerjaan di luar sektor kerajinan tradisional.

Sisil menjadi salah satu gambaran bahwa warisan budaya masih memiliki daya tarik bagi generasi muda. Sebelum menekuni keris, ia menamatkan pendidikan di sekolah penerbangan di Sidoarjo dan sempat bekerja sebagai petugas ticketing serta kargo di Bandara Juanda. Pilihan untuk kembali ke desa kemudian lahir dari kedekatannya dengan keris sejak kecil.

"Sebagai keturunan seorang empu, tentunya sejak kecil saya sudah tidak asing lagi dengan keris. Karena dunia keris merupakan aktivitas turun-temurun dalam keluarga," kata Sisil.

Bagi Sisil, keris memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar benda pusaka. Proses pembuatannya membawa nilai dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Dan kuatnya nilai-nilai yang ada dalam keris terus ditanamkan pada saya akhirnya muncul ketertarikan saya, bagaimana saya bisa melanjutkan aktivitas pembuatan keris," ujarnya.

Keputusan Sisil menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu berlangsung melalui museum atau seremoni. Di Aeng Tongtong, pelestarian itu berlangsung di bengkel-bengkel kecil, melalui tangan para perajin yang setiap hari menempa, mengikir, dan membentuk keris.

Di tengah perubahan zaman, Sisil memilih tetap berada di jalur tersebut. Bukan karena tidak memiliki pilihan lain, tetapi karena melihat warisan keluarganya sebagai sesuatu yang layak diteruskan.

Bagi Aeng Tongtong, kehadiran empu perempuan seperti Sisil juga memperluas wajah regenerasi keris Madura. Tradisi yang diwariskan leluhur kini menemukan penerus dari generasi muda dan perempuan.

Leo/,akd

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!