Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

PERTANIAN

Desa Adat Sade Terbakar, NTB Siapkan Empat Destinasi Budaya Alternatif Jelang MotoGP Mandalika 2026

Redaksi Redaksi • 24 Aug 2026 • 12 • 0 • 3 menit
Desa Adat Sade Terbakar, NTB Siapkan Empat Destinasi Budaya Alternatif Jelang MotoGP Mandalika 2026

LOMBOK TENGAH,— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan empat destinasi wisata budaya alternatif setelah kebakaran melanda Dusun Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi limpahan wisatawan yang diperkirakan datang ke Pulau Lombok saat penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengatakan pemerintah akan segera berkoordinasi dengan pengelola dan komunitas budaya di sejumlah destinasi agar fasilitas serta kesiapan pelayanan dapat disesuaikan dengan potensi peningkatan kunjungan.

Empat destinasi yang disiapkan yakni Kampung Adat Ende, Desa Adat Bayan, Kampung Tenun Sukarara, dan Kampung Adat Pringgasela. Keempat kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan wisatawan yang sebelumnya menjadikan Sade sebagai salah satu tujuan wisata budaya.

“Berbagai destinasi itu perlu segera kami kondisikan agar siap menerima limpahan wisatawan,” kata Ihwan setelah meninjau lokasi kebakaran Dusun Adat Sade.

Revitalisasi Sade Tetap Jadi Perhatian

Di sisi lain, pemerintah daerah tidak mengesampingkan proses pemulihan Dusun Adat Sade. Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri menegaskan, revitalisasi kawasan adat tersebut harus dilakukan melalui pembahasan bersama dengan para tokoh adat.

Menurutnya, masukan masyarakat adat penting agar proses pemulihan tidak sekadar membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi tetap mempertahankan nilai, karakter, dan identitas budaya Suku Sasak.

Kebakaran pada 22 Agustus 2026 tersebut berdampak besar terhadap kawasan adat Sade yang dikenal sebagai salah satu destinasi budaya penting di Lombok. Data awal pemerintah mencatat sebanyak 167 bangunan terdampak, termasuk rumah adat dan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Sade sendiri dikenal sebagai salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok. Tradisi dan kehidupan masyarakat Sasak di kawasan tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Antisipasi Lonjakan Wisatawan

Penyiapan destinasi alternatif menjadi semakin penting karena gelaran MotoGP Mandalika diperkirakan kembali mendorong peningkatan mobilitas wisatawan di NTB.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebelumnya menargetkan jumlah penonton MotoGP Mandalika 2026 mencapai 145.000 orang, meningkat dibandingkan 140.324 penonton pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak hanya dituntut memastikan kesiapan destinasi alternatif, tetapi juga menjaga agar pengembangan pariwisata tetap sejalan dengan pelestarian budaya lokal.

Kebakaran Sade menjadi pengingat bahwa penguatan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan perlindungan kawasan adat, kesiapsiagaan bencana, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas budaya dan pariwisata.

Bagi NTB, empat destinasi alternatif tersebut bukan sekadar pengganti sementara, melainkan bagian dari upaya menjaga keberagaman pilihan wisata budaya sekaligus memastikan denyut pariwisata Lombok tetap berjalan menjelang MotoGP Mandalika 2026.

Sumber:: Kompas 

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!