Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI BUSINESS

Es Bathil Lamongan Tembus Lima Besar Minuman Unggulan Jawa Timur

Redaksi Redaksi • 23 Aug 2026 • 50 • 0 • 3 menit
Es Bathil Lamongan Tembus Lima Besar Minuman Unggulan Jawa Timur

LAMONGAN – Es Bathil, minuman tradisional khas Lamongan bagian utara, berhasil masuk lima besar minuman terbaik dalam Seleksi dan Kurasi Menu Lokal Daerah Jawa Timur 2026.

Prestasi tersebut diraih dalam kurasi yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Timur di Kantor Gubernur Jawa Timur, Minggu (23/8/2026). Es Bathil yang diusung DWP Kabupaten Lamongan meraih penghargaan kategori minuman dan ditetapkan sebagai Sajian Resep Unggulan Khas Jawa Timur melalui Sertifikat Nomor 02/DWP PROV.JATIM/VIII/2026.

Ketua DWP Kabupaten Lamongan Puji Dariani Nalikan menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Es Bathil menunjukkan bahwa kuliner berbahan lokal memiliki peluang untuk semakin dikenal di tingkat yang lebih luas.

Tak berhenti di tingkat provinsi, Es Bathil juga dinyatakan lolos menuju seleksi dan kurasi tingkat nasional untuk mewakili DWP Kabupaten Lamongan.

Es Bathil memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah kuliner masyarakat Lamongan. Kue bathil sebagai bahan utama disebut berkembang di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren. Kue tradisional tersebut kemudian dikreasikan menjadi sajian es segar yang kini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Lamongan Utara.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian kuliner tradisional, mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal, serta membuka peluang pengembangan gastronomi Lamongan ke tingkat nasional.

La/mgn

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!