KOTABARU — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terus mendorong pengenalan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Media Gathering II yang digelar di objek wisata alam Goa Lowo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Selasa (25/8/2026).
Mengusung tema “Explore, Experience, and Share”, kegiatan tersebut diikuti awak media, baik cetak, online maupun elektronik yang bertugas di Kabupaten Kotabaru.
Media Gathering menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan komunikasi antara Indocement dengan insan pers. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi wisata serta berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang berkembang di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Para awak media tidak hanya diajak menikmati keindahan alam Goa Lowo, tetapi juga diperkenalkan dengan potensi ekonomi masyarakat Desa Tegalrejo. Salah satunya adalah UMKM Ecoprint “Godong Ayu”.
Ecoprint Godong Ayu, Kreativitas dari Potensi Alam
UMKM Ecoprint Godong Ayu merupakan kelompok usaha masyarakat yang dibentuk sejak 2024. Kelompok tersebut beranggotakan 12 orang dan diketuai Sutarwan, sementara Mariyana berperan sebagai pelatih pembuatan batik.
Dalam pengembangannya, kelompok ini mendapatkan pembinaan dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Godong Ayu memproduksi kain ecoprint dan batik dengan mengandalkan keterampilan serta kreativitas para anggotanya. Keunikan ecoprint terletak pada pemanfaatan bahan alami seperti daun dan tumbuhan sebagai sumber motif.
Proses pengerjaan yang dilakukan secara manual membuat setiap kain memiliki corak yang khas dan tidak sepenuhnya sama antara satu produk dengan produk lainnya.
Kain ecoprint Godong Ayu diproduksi dengan ukuran 2 x 3 meter. Untuk kain berbahan sutra, harganya sekitar Rp300 ribu per lembar, sedangkan kain berbahan katun dipasarkan sekitar Rp200 ribu per lembar.
Pasar Lokal Masih Menjadi Tantangan
Saat ini pemasaran produk Godong Ayu masih berfokus di wilayah lokal Kabupaten Kotabaru. Namun, terdapat pasar potensial yang cukup menarik, yakni instansi pemerintah.
Pesanan dari instansi pemerintah menjadi salah satu yang terbanyak karena kain ecoprint dimanfaatkan sebagai suvenir maupun oleh-oleh bagi pejabat dan tamu yang berkunjung.
Meski telah memiliki pasar, kelompok tersebut masih menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan pemasaran. Pasar yang masih terbatas di tingkat lokal membuat pengembangan kapasitas produksi dan peningkatan pendapatan anggota belum optimal.
Dari aktivitas penjualan yang dilakukan, hasil pembagian penjualan kepada anggota kelompok dalam satu tahun mencapai sekitar Rp2 juta. Nilai tersebut menjadi tambahan manfaat ekonomi sekaligus menunjukkan bahwa kerajinan ecoprint mulai memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Media Didorong Kenalkan Potensi Desa
Melalui Media Gathering II, Indocement tidak hanya membangun komunikasi dengan insan pers, tetapi juga membuka ruang bagi media untuk melihat langsung potensi wisata dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Semangat “Explore, Experience, and Share” diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perusahaan, media dan masyarakat. Publikasi yang dilakukan media diharapkan turut memperkenalkan Goa Lowo dan kreativitas UMKM Desa Tegalrejo kepada masyarakat yang lebih luas.
Penguatan promosi dinilai menjadi salah satu kunci agar produk lokal seperti Ecoprint Godong Ayu mampu keluar dari pasar lokal dan menjangkau konsumen baru.
Ke depan, pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital, keikutsertaan dalam berbagai pameran UMKM serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk serta kreativitas para anggotanya, Godong Ayu diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu produk kerajinan unggulan Desa Tegalrejo sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Kabupaten Kotabaru.
Kt/br
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!