Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perikanan

Jelajah Batealit Satukan Potensi Desa dalam Paket Wisata Terpadu

Redaksi Redaksi • 27 Aug 2026 • 109 • 0 • 3 menit
Jelajah Batealit Satukan Potensi Desa dalam Paket Wisata Terpadu

JEPARA — Desa Batealit mulai mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat melalui peluncuran paket wisata terpadu “Jelajah Batealit” di Gedung Serba Guna Desa Batealit, Rabu (26/8/2026).

Program yang digagas Tim KKN Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara tersebut tidak hanya menempatkan wisata alam sebagai daya tarik utama. Konsepnya menghubungkan sejumlah potensi lokal, mulai dari UMKM, seni budaya, pertanian hingga peternakan, dalam satu pengalaman perjalanan.

Petinggi Desa Batealit, Ali Asikin, menilai pendekatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Ia mengapresiasi kerja Tim KKN yang dinilai mampu menggali berbagai potensi lokal dan mengemasnya menjadi sebuah program wisata.

“Terima kasih atas kegiatan launching pagi ini dan kami bangga sekali kepada Tim KKN Unisnu Jepara, yang telah bekerja keras dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat Desa Batealit,” ujar Ali.

Menurut Ali, keberlanjutan menjadi tantangan berikutnya. Ia berharap kolaborasi antara masyarakat desa dan Unisnu Jepara tetap berjalan meski masa KKN telah berakhir, sehingga konsep wisata yang telah dirintis tidak berhenti sebagai program sementara.

Koordinator sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN Unisnu Jepara di Desa Batealit, Khalimatus Sadiyah, mengatakan Jelajah Batealit disusun berdasarkan pemetaan potensi yang dilakukan bersama masyarakat.

Proses tersebut dimulai dengan mengidentifikasi sejumlah titik yang dinilai memiliki daya tarik wisata, kemudian memetakannya dan menyusun menjadi paket perjalanan yang saling terhubung.

“Diawali dengan observasi titik-titik yang berpotensi untuk dijadikan sebagai wisata, memetakan, dan membuat paket wisata,” jelasnya.

Salah satu konsep yang ditawarkan adalah jeep adventure, yang menghubungkan berbagai titik potensi desa dalam satu rute. Model ini diharapkan memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam sekaligus membuat aktivitas ekonomi masyarakat lokal ikut masuk dalam rantai perjalanan wisata.

Dari sisi pelaku usaha, keterlibatan UMKM menjadi salah satu peluang penting. Erna, salah satu pelaku UMKM, berharap produk masyarakat tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu memperoleh ruang promosi langsung kepada wisatawan yang datang.

“Dengan adanya paket wisata ini, kami berharap wisatawan yang datang bisa mengenal produk lokal, dan ikut membantu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Peluncuran Jelajah Batealit dengan demikian menjadi langkah awal untuk menguji bagaimana potensi desa dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang lebih terintegrasi. Keberhasilan program tersebut akan sangat bergantung pada pengelolaan masyarakat, kesinambungan promosi, kualitas layanan, serta kemampuan menjaga potensi lokal agar tetap memberi manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Sumber: Diskominfo 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!