Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

PERTANIAN

Kemenpar Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Malaysia dan Singapura

Redaksi Redaksi • 26 Aug 2026 • 48 • 0 • 3 menit
Kemenpar Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Malaysia dan Singapura

Jakarta, 26 Agustus 2026 — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi wisata bahari Indonesia dengan memperluas pasar wisata selam Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, ke wisatawan Malaysia dan Singapura.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Kemenpar untuk mendorong pertumbuhan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi destinasi wisata selam Indonesia di pasar internasional.

Maratua memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan pencinta aktivitas bawah laut. Kawasan ini menawarkan beragam titik penyelaman dengan ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman biota laut, termasuk penyu, hiu, ikan pelagis, serta berbagai jenis karang.

Kementerian Pariwisata melalui platform pariwisata resminya juga mencatat sejumlah lokasi penyelaman unggulan di Maratua, antara lain Turtle Traffic, Mid Reef, Eel Garden, Hanging Garden, Cabbage Garden, dan The Channel. Beberapa lokasi memiliki karakter arus dan kedalaman yang membutuhkan pengalaman serta sertifikasi penyelam tertentu.

Promosi ke Malaysia dan Singapura dinilai strategis karena kedua negara tersebut merupakan pasar regional yang memiliki kedekatan geografis dengan Kalimantan Timur. Sebelumnya, Kemenpar juga mempromosikan destinasi wisata selam Indonesia dalam ajang Asia Dive Expo (ADEX) 2026 di Singapura, dengan menghadirkan pelaku usaha wisata selam dari sejumlah destinasi unggulan, termasuk Maratua.

Tidak hanya mengandalkan keindahan bawah laut, pengalaman wisata di Maratua juga dapat dipadukan dengan berbagai atraksi bahari dan alam. Wisatawan dapat menjelajahi Pulau Kakaban, menikmati danau ubur-ubur, mengunjungi pantai, kawasan mangrove, hingga mengikuti aktivitas snorkeling dan transplantasi terumbu karang.

Pengembangan wisata selam Maratua juga berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal. Ekosistem pariwisata melibatkan pramuwisata selam, pengelola homestay, transportasi, kuliner, penyewaan peralatan, hingga pelaku UMKM.

Kemenpar menempatkan pengembangan destinasi seperti Maratua tidak sekadar sebagai upaya mendatangkan wisatawan, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Dengan perluasan promosi ke pasar Malaysia dan Singapura, Maratua diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata selam unggulan Indonesia sekaligus memperkuat daya saing pariwisata bahari nasional di kawasan Asia Tenggara.

Sumber: Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; Indonesia Travel; Jadesta Kemenpar.

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!