Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

PERTANIAN

Marrystone Culture Carnival Hidupkan Wisata dan Budaya Desa Selokromo Wonosobo

Redaksi Redaksi • 26 Aug 2026 • 87 • 0 • 3 menit
Marrystone Culture Carnival Hidupkan Wisata dan Budaya Desa Selokromo Wonosobo

WONOSOBO — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan bangsa. Melalui Marrystone Culture Carnival (MCC) ke-8, masyarakat menghadirkan sebuah pertunjukan budaya yang sekaligus memperlihatkan potensi wisata berbasis desa.

Digelar pada Minggu (23/8/2026), karnaval bertema Budaya Nusantara tersebut mengubah jalan-jalan kampung Desa Selokromo menjadi ruang pertunjukan terbuka. Warga dari sembilan RW tampil membawa beragam kreativitas, seni, dan ekspresi budaya yang disaksikan masyarakat sepanjang rute karnaval.

Sejak pagi, halaman Balai Desa Selokromo telah dipenuhi peserta dan warga. Dari lokasi tersebut, para peserta menampilkan performa sebelum bergerak menyusuri jalan kampung dan kembali ke balai desa.

Bagi sektor pariwisata, kegiatan seperti MCC memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Tradisi, kreativitas warga, suasana pedesaan, serta keterlibatan masyarakat menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis budaya.

Kepala Desa Selokromo, Wahyu, mengatakan MCC menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga semangat gotong royong masyarakat.

“Marrystone Culture Carnival ini bukan hanya kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan seluruh warga Desa Selokromo,” ujar Wahyu.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan penting dalam kehidupan desa.

Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti pada momentum perayaan kemerdekaan, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Budaya Menjadi Daya Tarik Wisata Desa

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Edi Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan masyarakat seperti karnaval mempunyai peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.

Menurutnya, kreativitas masyarakat merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Kegiatan seperti Marrystone Culture Carnival menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya yang dimiliki,” demikian pesan Edi Santoso saat membacakan sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo.

Ia menekankan, pelestarian budaya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, komunitas seni, generasi muda, dan berbagai unsur lainnya menjadi bagian penting agar kebudayaan tetap hidup.

Wonosobo sendiri memiliki potensi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada destinasi yang telah dikenal luas. Desa-desa memiliki kekayaan berupa tradisi, budaya, kreativitas masyarakat, serta karakter kehidupan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

“Potensi pariwisata di Wonosobo sangat beragam dan tidak hanya berada pada destinasi yang sudah dikenal. Desa-desa memiliki potensi budaya, tradisi, kreativitas masyarakat, serta daya tarik lokal yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari kekuatan pariwisata daerah,” ujarnya.

Dari Karnaval Menuju Ekosistem Wisata Budaya

Marrystone Culture Carnival memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan desa dapat menjadi ruang pertemuan antara budaya, masyarakat dan pariwisata.

Anak-anak, pemuda, orang tua hingga tokoh masyarakat berbaur dalam satu kegiatan. Sembilan RW menghadirkan kreativitas masing-masing, sehingga perbedaan gagasan justru menjadi kekuatan yang membuat perayaan semakin berwarna.

Dalam perspektif pariwisata, suasana tersebut dapat menjadi modal sosial untuk mengembangkan wisata berbasis masyarakat. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal kehidupan, tradisi dan kreativitas masyarakat desa.

Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kalender event budaya, paket kunjungan desa, pertunjukan seni, kuliner lokal, produk UMKM, hingga aktivitas edukasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan demikian, kegiatan budaya tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata desa.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, kegiatan budaya di tingkat desa juga menjadi jembatan penting bagi generasi muda untuk mengenal akar budayanya.

MCC ke-8 akhirnya bukan sekadar karnaval kemerdekaan. Dari Desa Selokromo, budaya tampil sebagai identitas, kebersamaan menjadi kekuatan, dan kreativitas masyarakat membuka peluang bagi tumbuhnya wisata berbasis desa.

Jika terus dikembangkan secara konsisten, tradisi seperti Marrystone Culture Carnival berpotensi menjadi salah satu wajah pariwisata budaya Wonosobo—sebuah pengalaman wisata yang lahir dari masyarakat dan tumbuh bersama masyarakat.

Sumber : Diskominfo 

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!