Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Usia 42 Hari, Melon Amanda di Nganjuk Didorong Optimal Berbuah dengan Dogumon Gold dan W.O.T

Redaksi Redaksi • 21 Aug 2026 • 22 • 0 • 3 menit
Usia 42 Hari, Melon Amanda di Nganjuk Didorong Optimal Berbuah dengan Dogumon Gold dan W.O.T

Nganjuk, 21 Agustus 2026 — Pertumbuhan tanaman melon Amanda di Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, memasuki usia 42 hari. Pada fase ini, budidaya tanaman mendapat perhatian pada aspek nutrisi pembuahan sekaligus upaya menjaga tanaman dari gangguan penyakit.

Dalam proses budidayanya, dilakukan pengaplikasian Dogumon Gold yang diarahkan untuk mendukung pemenuhan nutrisi pada fase pembuahan. Penerapan nutrisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan dan perkembangan tanaman agar tetap optimal sesuai tahapan budidayanya.

Selain itu, dilakukan pula pengaplikasian W.O.T sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan jamur dan penyakit layu Fusarium pada tanaman melon. Pengelolaan tanaman pada fase ini dinilai penting karena kesehatan tanaman menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan pertumbuhan hingga masa panen.

Budidaya melon Amanda tersebut berada di Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, dan dikawal oleh FA Rudi serta Anam.

Pengawalan lapangan menjadi bagian penting dalam budidaya, terutama untuk memastikan aplikasi perlakuan dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Namun, efektivitas setiap perlakuan tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi tanaman, lingkungan, dosis, cara aplikasi, serta pengamatan perkembangan tanaman secara berkala.

Memasuki usia 42 hari, perhatian petani tidak hanya tertuju pada pembentukan dan perkembangan buah, tetapi juga pada kesehatan tanaman. Pemantauan rutin terhadap gejala jamur maupun layu Fusarium menjadi langkah penting agar potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.

Budidaya melon Amanda di Nganjuk ini menjadi gambaran bagaimana pengelolaan nutrisi dan perlindungan tanaman dilakukan secara bersamaan. Hasil akhirnya tetap akan ditentukan oleh keseluruhan manajemen budidaya, mulai dari kondisi lahan, pemupukan, pengairan, pengendalian penyakit, hingga penanganan tanaman menjelang panen.

Nj/,hum/red 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!