Nganjuk, 21 Agustus 2026 — Pertumbuhan tanaman melon Amanda di Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, memasuki usia 42 hari. Pada fase ini, budidaya tanaman mendapat perhatian pada aspek nutrisi pembuahan sekaligus upaya menjaga tanaman dari gangguan penyakit.
Dalam proses budidayanya, dilakukan pengaplikasian Dogumon Gold yang diarahkan untuk mendukung pemenuhan nutrisi pada fase pembuahan. Penerapan nutrisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan dan perkembangan tanaman agar tetap optimal sesuai tahapan budidayanya.
Selain itu, dilakukan pula pengaplikasian W.O.T sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan jamur dan penyakit layu Fusarium pada tanaman melon. Pengelolaan tanaman pada fase ini dinilai penting karena kesehatan tanaman menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan pertumbuhan hingga masa panen.
Budidaya melon Amanda tersebut berada di Desa Demangan, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, dan dikawal oleh FA Rudi serta Anam.
Pengawalan lapangan menjadi bagian penting dalam budidaya, terutama untuk memastikan aplikasi perlakuan dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Namun, efektivitas setiap perlakuan tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi tanaman, lingkungan, dosis, cara aplikasi, serta pengamatan perkembangan tanaman secara berkala.
Memasuki usia 42 hari, perhatian petani tidak hanya tertuju pada pembentukan dan perkembangan buah, tetapi juga pada kesehatan tanaman. Pemantauan rutin terhadap gejala jamur maupun layu Fusarium menjadi langkah penting agar potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.
Budidaya melon Amanda di Nganjuk ini menjadi gambaran bagaimana pengelolaan nutrisi dan perlindungan tanaman dilakukan secara bersamaan. Hasil akhirnya tetap akan ditentukan oleh keseluruhan manajemen budidaya, mulai dari kondisi lahan, pemupukan, pengairan, pengendalian penyakit, hingga penanganan tanaman menjelang panen.
Nj/,hum/red
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!