Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Menuju Hari Kelahiran Weton Pon, Tradisi Jawa di Bulan Agustus Sarat Makna dan Doa

Redaksi AIN Redaksi AIN • 01 Aug 2026 • 18 • 0 • 3 menit
Menuju Hari Kelahiran Weton Pon, Tradisi Jawa di Bulan Agustus Sarat Makna dan Doa
AIN AGRI INDONESIA NEWS – Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton merupakan perpaduan antara hari dalam penanggalan Masehi dengan pasaran Jawa yang masih diyakini memiliki nilai budaya dan filosofi. Salah satu weton yang dikenal luas adalah Pon. Menjelang datangnya hari kelahiran berweton Pon, banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai momen untuk berdoa, bersyukur, dan melakukan introspeksi diri. Bagi sebagian orang, peringatan weton bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga menjadi pengingat untuk mempererat hubungan dengan keluarga, menjaga kerukunan, serta memohon keselamatan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan. Dalam budaya Jawa, peringatan weton sering diisi dengan doa bersama, tumpengan sederhana, sedekah kepada sesama, atau kegiatan sosial sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai utama dari tradisi ini adalah memperkuat rasa syukur, kepedulian, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Memasuki tujuh hari menjelang weton Pon, masyarakat diharapkan dapat menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan, menjaga keharmonisan, dan melestarikan warisan budaya Jawa yang penuh makna. Tradisi weton merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang patut dihormati dan dilestarikan sebagai identitas bangsa, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai positif, kebersamaan, dan spiritualitas
Redaksi AIN
Penulis

Redaksi AIN

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!