MALANG — Pengembangan produk poliherbal menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menuju desa wisata jamu yang berkelanjutan.
Upaya tersebut mendapat dukungan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tim dari Universitas Brawijaya (UB). Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi tanaman obat dan produk herbal yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Pengembangan desa wisata jamu tidak hanya diarahkan pada produksi jamu, tetapi juga mencakup penguatan budidaya tanaman obat, inovasi produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan pengalaman wisata berbasis kearifan lokal.
Sebelumnya, pemetaan potensi tanaman obat di Desa Ngroto juga telah dilakukan. Kelompok masyarakat setempat telah mengembangkan berbagai kegiatan, termasuk budidaya tanaman obat keluarga dan pemanfaatan sistem hidroponik. Desa tersebut juga memiliki Omah Jamoe yang diarahkan sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat berbasis herbal.
Kepala Asmantoga Desa Ngroto, Kiky, menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan jamu. Penguatan kemampuan masyarakat diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan daya saing produk.
Sementara itu, Kepala Desa Ngroto Prayogi menyebut desa memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup besar untuk dikembangkan. Gagasan desa wisata jamu diarahkan tidak hanya pada kawasan budidaya, tetapi juga pengembangan sarana pendukung seperti museum jamu dan kafe herbal untuk menarik kunjungan wisatawan.
Pengembangan poliherbal sekaligus membuka peluang diversifikasi produk berbahan tanaman rimpang dan tanaman obat. Langkah tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Namun, pengembangan Desa Wisata Jamu tetap membutuhkan proses yang terukur, terutama dalam menjaga kualitas bahan baku, keamanan produk, kapasitas pelaku usaha, kemasan, pemasaran, serta keberlanjutan destinasi. Dengan penguatan aspek tersebut, potensi herbal Desa Ngroto dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem wisata sekaligus ekonomi lokal.
Program penguatan kapasitas masyarakat untuk mewujudkan Desa Wisata Jamu berkelanjutan juga tercatat dalam kegiatan pengabdian Universitas Brawijaya.
Dengan mengintegrasikan pertanian tanaman obat, pengolahan jamu, inovasi poliherbal, edukasi, dan wisata berbasis kearifan lokal, Desa Ngroto memiliki peluang untuk membangun identitas baru sebagai destinasi wisata jamu yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga pengetahuan tradisional.
mg/la/hum
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!