Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Teknologi

Resertifikasi ISO BBIB Singosari, Standar Layanan Peternakan Diuji Menyeluruh

Redaksi Redaksi • 30 Aug 2026 • 122 • 0 • 3 menit
Resertifikasi ISO BBIB Singosari, Standar Layanan Peternakan Diuji Menyeluruh

Malang, Agrinews.com— Resertifikasi ISO di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kementerian Pertanian (Kementan), bukan sekadar agenda mempertahankan sertifikat. Proses ini menjadi momentum untuk menguji sejauh mana standar mutu, integritas, dan keselamatan kerja benar-benar diterapkan dalam pelayanan peternakan.

Audit Resertifikasi Sistem Manajemen ISO Terintegrasi berlangsung 26–28 Agustus 2026 bersama auditor PT Mutu Agung Lestari. Audit melibatkan jajaran manajemen dan seluruh unit kerja BBIB Singosari.

Kepala BBIB Singosari, Akbar, menegaskan bahwa keberhasilan penerapan ISO ditentukan oleh konsistensi pelaksanaannya, bukan semata kelengkapan dokumen.

“Resertifikasi bukan sekadar mempertahankan pengakuan ISO, tetapi memastikan sistem benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Tiga standar menjadi objek audit, yakni ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 37001 untuk sistem manajemen anti penyuapan, dan ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja.

Ketiganya memiliki fungsi strategis. ISO 9001 menuntut konsistensi mutu proses dan layanan, ISO 37001 memperkuat pencegahan praktik penyuapan serta tata kelola berintegritas, sedangkan ISO 45001 memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja tidak diabaikan dalam aktivitas organisasi.

Audit mencakup pemeriksaan dokumen, penerapan prosedur, pengendalian proses hingga tindak lanjut atas temuan sebelumnya. Artinya, ukuran keberhasilan tidak berhenti pada kepatuhan administratif, tetapi pada kemampuan organisasi membuktikan bahwa standar tersebut berjalan dalam praktik.

Penerapan sistem terintegrasi itu berkaitan langsung dengan layanan BBIB Singosari, termasuk produksi semen beku, pengujian mutu, distribusi, bimbingan teknis dan layanan kepada peternak.

Bagi masyarakat dan peternak, konsistensi tersebut menjadi aspek penting karena kualitas produk dan layanan peternakan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses yang transparan, terkendali dan dapat dipertanggungjawabkan.

Resertifikasi sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi BBIB Singosari untuk mengidentifikasi celah, memperbaiki proses, dan memastikan setiap temuan ditindaklanjuti secara efektif.

Dengan demikian, nilai utama ISO bukan terletak pada sertifikat yang terpampang, melainkan pada perubahan nyata dalam cara organisasi bekerja. Jika standar mutu, antisuap, serta keselamatan benar-benar menjadi budaya kerja, kepercayaan publik terhadap layanan peternakan pemerintah memiliki fondasi yang lebih kuat.

Il/hm

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!