Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Terlalu Sering Menunduk Saat Main Ponsel, Waspadai “Shrimp Posture”

Redaksi Redaksi • 29 Aug 2026 • 148 • 0 • 3 menit
Terlalu Sering Menunduk Saat Main Ponsel, Waspadai “Shrimp Posture”

JAKARTA, Agrinews.com – Kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel sering dianggap sebagai aktivitas sederhana. Namun, ketika dilakukan berulang kali dalam waktu lama, posisi tersebut dapat memengaruhi pola postur tubuh, terutama pada kepala, leher, bahu, dan punggung bagian atas.

Fenomena ini belakangan populer dengan istilah “shrimp posture”, yakni gambaran postur tubuh yang membungkuk menyerupai bentuk udang. Istilah tersebut bukan diagnosis medis, melainkan sebutan untuk pola postur yang telah lama menjadi perhatian dalam praktik fisioterapi.

Fisioterapis sekaligus pendiri Anchor Wellness dan WAVE Physical Therapy & Pilates, Dr. Sarah Cash Crawford, menjelaskan bahwa persoalan utamanya bukan semata-mata karena seseorang pernah membungkuk. Risiko lebih berkaitan dengan pengulangan dan lamanya tubuh mempertahankan posisi yang sama.

Penggunaan ponsel maupun laptop selama berjam-jam dengan posisi kepala terus mengarah ke bawah dapat membuat tubuh terbiasa berada dalam posisi membungkuk. Kondisi tersebut semakin mudah terjadi apabila tidak diimbangi perubahan posisi, aktivitas fisik, serta kekuatan otot yang memadai.

Bukan Hanya soal Posisi Duduk

Shrimp posture umumnya ditandai dengan bahu yang membulat ke depan, kepala cenderung maju atau menunduk, serta punggung bagian atas yang melengkung menyerupai huruf C.

Pola tersebut tidak hanya terjadi ketika seseorang duduk di depan komputer. Aktivitas sehari-hari seperti bermain ponsel, membaca melalui layar, maupun menggunakan perangkat digital dalam waktu panjang juga dapat membuat seseorang mempertahankan posisi serupa.

Menurut Crawford, kekuatan sejumlah kelompok otot juga berperan dalam kemampuan tubuh mempertahankan postur yang lebih tegak. Otot punggung bagian tengah, otot leher bagian dalam, serta otot bokong yang kurang kuat dapat membuat posisi tegak terasa lebih sulit dipertahankan.

Tubuh Bisa Memberikan Sinyal

Tubuh pada dasarnya dapat memberikan tanda ketika postur buruk dipertahankan terlalu lama. Ergonomis profesional bersertifikat Kristianne Egbert menyebut ketegangan pada leher dan punggung bagian atas hingga sakit kepala tegang dapat menjadi sejumlah keluhan yang muncul.

Beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan antara lain dagu semakin maju ke arah layar, bahu membulat atau terangkat, serta posisi kepala yang berada lebih maju dibandingkan bahu.

Rasa pegal atau tegang di antara tulang belikat dan bagian bawah tengkorak juga dapat muncul setelah tubuh terlalu lama berada dalam posisi yang sama.

Kebiasaan Kecil yang Perlu Diubah

Masalah postur tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Karena itu, pencegahan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan sehari-hari.

Pengguna ponsel sebaiknya tidak terus-menerus menundukkan kepala dalam waktu lama. Posisi perangkat dapat dinaikkan mendekati ketinggian mata, sementara aktivitas duduk perlu diselingi dengan berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan.

Penguatan otot tubuh, khususnya bagian punggung, leher, dan tubuh bagian bawah, juga dapat membantu mendukung postur yang lebih baik.

Yang terpenting, menjaga postur bukan berarti harus mempertahankan satu posisi “sempurna” sepanjang hari. Tubuh justru membutuhkan variasi gerakan dan perubahan posisi secara berkala.

Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat digital, kesadaran terhadap cara menggunakan ponsel menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh. Kebiasaan sederhana untuk mengurangi durasi menunduk dan lebih sering bergerak dapat menjadi langkah preventif agar aktivitas digital tidak berkembang menjadi masalah postur dan keluhan fisik 

Ja/red 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!