Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI BUSINESS

Menumbuhkan UMKM dari Bambu hingga Mebel: Perjalanan Supangat Membangun Prima Mebel

Redaksi Redaksi • 26 Aug 2026 • 82 • 0 • 3 menit
Menumbuhkan UMKM dari Bambu hingga Mebel: Perjalanan Supangat Membangun Prima Mebel

Malang — Menumbuhkan UMKM tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Perjalanan Supangat, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, menjadi contoh bahwa usaha dapat berkembang dari keterampilan sederhana yang ditekuni secara konsisten.

Sebelum mengenal dunia mebel, Supangat mengawali perjalanan usahanya sebagai pengrajin bambu. Dari bahan yang tumbuh dan mudah ditemukan di sekitar, ia mengembangkan keterampilan untuk menghasilkan berbagai produk kerajinan.

Bagi Supangat, bambu menjadi titik awal untuk belajar menjalankan usaha. Dari proses tersebut ia mengenal bagaimana menghasilkan produk, menjaga kualitas, melayani pelanggan, hingga mempertahankan usaha di tengah berbagai tantangan.

Seiring waktu, pengalaman tersebut mendorong Supangat mengembangkan kemampuan ke bidang furnitur. Dari usaha sederhana sebagai pengrajin bambu, ia kemudian membangun Prima Mebel.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa UMKM memiliki ruang besar untuk tumbuh apabila pelaku usaha mendapatkan kesempatan, pendampingan, akses pasar, serta dukungan peralatan dan permodalan.

Transformasi dari pengrajin bambu menjadi pelaku usaha mebel juga menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi desa.

Karena itu, perhatian pemerintah terhadap UMKM seperti Prima Mebel dinilai penting. Bukan semata-mata untuk membantu satu usaha berkembang, tetapi juga untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Dukungan dapat berupa pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas produksi, akses pembiayaan, pendampingan legalitas usaha, pemasaran digital, hingga mempertemukan UMKM dengan pasar yang lebih luas.

Jika UMKM mampu berkembang, manfaatnya tidak berhenti pada pemilik usaha. Pertumbuhan produksi dapat membutuhkan tenaga kerja tambahan, melibatkan pemasok bahan baku, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Kisah Supangat menunjukkan satu hal penting: UMKM besar bisa tumbuh dari langkah kecil. Dari bambu, tumbuh keterampilan. Dari keterampilan, berkembang usaha. Dari usaha, terbuka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Kini, perjalanan Supangat bersama Prima Mebel menjadi bagian dari cerita bagaimana UMKM desa dapat tumbuh dari potensi lokal menuju usaha yang lebih maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hum/red

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!