Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

PERTANIAN

Wabup Banyuasin Tinjau Mekanisasi Pertanian di Air Salek, Dorong Efisiensi dan Produktivitas Petani

Redaksi Redaksi • 30 Aug 2026 • 169 • 0 • 3 menit
Wabup Banyuasin Tinjau Mekanisasi Pertanian di Air Salek, Dorong Efisiensi dan Produktivitas Petani

BANYUASIN, Agrinews.com — Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Upaya tersebut terlihat saat Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, SP, meninjau langsung pengolahan lahan pertanian di Kecamatan Air Salek, Sabtu (29/8/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar melihat aktivitas pengolahan lahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan mekanisasi benar-benar memberikan dampak terhadap efisiensi kerja dan produktivitas petani.

Dalam peninjauan itu, Netta secara langsung mencoba mengoperasikan traktor roda empat yang dilengkapi implement rotavator. Penggunaan teknologi tersebut dinilai dapat membantu mempercepat proses pengolahan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan pada metode pengolahan secara manual.

Mekanisasi menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian. Dengan waktu pengolahan lahan yang lebih efisien, petani diharapkan memiliki ruang yang lebih baik untuk mengatur tahapan budidaya dan meningkatkan efektivitas kegiatan produksi.

Namun, penggunaan alsintan juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mengoperasikan, merawat, hingga memperbaiki peralatan tersebut. Aspek inilah yang turut menjadi perhatian dalam kunjungan Wabup Banyuasin.

Keahlian Mekanik Jadi Modal Penting

Usai meninjau lahan pertanian, rombongan melanjutkan kegiatan ke sebuah bengkel pertanian milik masyarakat. Di lokasi tersebut, Netta melihat langsung aktivitas perbaikan dan pengembangan keterampilan mekanik yang mendukung kebutuhan sektor pertanian.

Ia mengapresiasi kemampuan pemilik bengkel dalam mengembangkan usaha berbasis keahlian sekaligus mewariskan keterampilan tersebut kepada generasi berikutnya.

Menurut Netta, kemampuan teknis merupakan modal yang tidak mudah digantikan. Ketersediaan komponen atau bahan dapat dicari, tetapi kemampuan memahami persoalan teknis dan menyelesaikannya membutuhkan pengetahuan serta pengalaman.

“Yang mahal itu ilmunya. Nah, itu yang enggak bisa ditiru. Kalau bahan-bahan semuanya ada,” ujar Netta.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa modernisasi pertanian tidak cukup hanya dengan menghadirkan mesin. Ketersediaan tenaga terampil yang mampu mengoperasikan dan merawat alsintan menjadi bagian penting agar investasi teknologi pertanian dapat berkelanjutan.

Pengembangan bengkel pertanian berbasis masyarakat juga berpotensi memperkuat ekosistem pertanian di tingkat lokal. Selain membantu petani ketika terjadi kerusakan mesin, keberadaan tenaga mekanik terampil dapat membuka peluang usaha sekaligus transfer pengetahuan kepada generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Netta didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banyuasin Sarip, SP, MM, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr. Indah Deryane, M.Kes., Plt. Sekdin Kominfo-SP Gusti Bakarudin, S.Kom., Camat Air Salek Mulyadi, S.Sos., M.Si., unsur Forkopimcam Air Salek, para kepala desa, serta tokoh masyarakat.

Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi di lahan, tetapi juga menyangkut teknologi, keterampilan, perawatan mesin, dan penguatan kapasitas masyarakat. Kombinasi faktor tersebut menjadi penting agar mekanisasi benar-benar mampu meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Sumber: Diskominfo 

— Iklan — Menteri Pertanian
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!