BANYUWANGI – Inovasi budidaya durian terus berkembang. Sejumlah petani di Banyuwangi mulai menerapkan teknologi pemupukan dari PT Indofas Agro Nusantara dengan memanfaatkan Ramuan Genderuwo untuk menjaga pertumbuhan tanaman, serta kombinasi Bentop Hijau dan Banon Phospate pada fase pembungaan.
Penerapan teknologi ini menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas durian dan mendorong pembungaan secara lebih optimal melalui manajemen nutrisi tanaman. Dengan dukungan pemupukan yang tepat, petani berharap tanaman mampu menghasilkan bunga dan buah secara lebih konsisten sehingga tidak hanya bergantung pada musim alami.
Ramuan Genderuwo digunakan sebagai bagian dari program pemeliharaan tanaman agar kondisi vegetatif tetap sehat dan kuat. Memasuki fase generatif, aplikasi Bentop Hijau yang dipadukan dengan Banon Phospate diterapkan untuk mendukung proses pembentukan bunga sehingga potensi produksi buah dapat meningkat.
Presiden PT Indofas Agro Nusantara, Dr. Eko Pranyoto, menyampaikan bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan, tetapi juga dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya yang benar, kondisi lingkungan, umur tanaman, serta pengelolaan air dan unsur hara yang seimbang. Inovasi yang dikembangkan di Banyuwangi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para petani durian di berbagai daerah dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat.(Red)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!