Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perikanan

Desa Palabuan Dorong Pemanfaatan Potensi Desa melalui Pertanian Berkelanjutan

Redaksi Redaksi • 25 Aug 2026 • 26 • 0 • 3 menit
Desa Palabuan Dorong Pemanfaatan Potensi Desa melalui Pertanian Berkelanjutan

SUMEDANG — Pemerintah Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, mendorong pemanfaatan potensi desa melalui pengembangan pertanian berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya lokal.

Komitmen itu disampaikan dalam perayaan Milangkala ke-44 Desa Palabuan, Selasa (25/8/2026). Perayaan yang berlangsung meriah tersebut diikuti masyarakat dari berbagai dusun dan dihadiri Forkopimcam Ujungjaya, tokoh masyarakat, perangkat desa, TNI-Polri, serta warga.

Keterangan foto: Kepala Desa Palabuan bersama TNI-Polri dan masyarakat meriahkan Milangkala ke-44 Desa Palabuan sebagai momentum memperkuat gotong royong dan pengembangan potensi desa. (Foto: Eko Widiantoro)

Kepala Desa Palabuan Nana Supriatna mengatakan, pembangunan desa ke depan diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pertanian dan peternakan menjadi sektor yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi desa.

“Kita menuju desa mandiri dan akan menggali potensi yang ada. Insyaallah menuju masyarakat gemah ripah loh jinawi,” ujar Nana.

Menurut Nana, pengembangan pertanian tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga mulai didukung dengan pengolahan hasil. Pemerintah desa saat ini tengah membangun fasilitas pengolahan jagung dan rempah-rempah.

“Tempat pengolahan jagung dan rempah-rempah sekarang sedang dibuat. Mudah-mudahan ke depan Palabuan lebih baik lagi,” katanya.

Keberadaan fasilitas pengolahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Hasil pertanian masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi memiliki peluang untuk diolah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Pengembangan pertanian juga didukung dengan pembangunan embung yang sebelumnya telah dilakukan secara swadaya masyarakat. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan sumber daya air dan keberlanjutan aktivitas pertanian di desa.

“Sekarang kita membangun lagi embung yang dulu dibuat secara swadaya. Di bidang pertanian dan peternakan juga sudah tergabung,” ujar Nana.

Di sisi lain, pemerintah desa terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui semangat gotong royong. Menurut Nana, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kekompakan warga dalam menjaga dan mengembangkan potensi yang dimiliki desa.

“Pesan saya satu, menjaga kebersihan, rukun, dan kompak,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Ujungjaya IPTU R. Agung, S.Pd., S.E., M.M., CPHR., mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Palabuan. Ia mengajak warga mempertahankan budaya gotong royong sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Tetap kompak, gotong royong, dan semoga warga Palabuan semakin sejahtera serta selalu terjaga,” pesannya.

Danpos Ujungjaya Peltu Danang juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pembangunan, termasuk kegiatan ketahanan pangan yang melibatkan unsur TNI dan Polri.

Bagi Desa Palabuan, pengembangan pertanian berkelanjutan menjadi bagian dari strategi memanfaatkan potensi desa secara lebih produktif. Integrasi pertanian, peternakan, pengelolaan sumber daya air, serta pengolahan hasil pertanian menjadi peluang untuk membangun rantai ekonomi lokal yang lebih kuat.

Perayaan Milangkala ke-44 pun tidak sekadar menjadi ajang peringatan hari jadi. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menegaskan arah pembangunan Desa Palabuan berbasis potensi lokal.

Dengan luas wilayah sekitar 220 hektare dan dukungan kawasan hutan sekitar 480 hektare, Desa Palabuan memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan secara bijak dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah desa berharap pengelolaan potensi tersebut mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperkuat kemandirian masyarakat.

Dari potensi lokal, Palabuan membangun. Dari pertanian berkelanjutan, kemandirian ekonomi masyarakat diharapkan tumbuh.

SG/hum

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!