Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Teknologi

Presiden PT Indofast Agro Nusantara Dr. Eko Pranyoto Kenalkan DOGUMON di Lahan Riset Timun Mas Banyuwangi

Redaksi AIN Redaksi AIN • 04 Aug 2026 • 35 • 0 • 3 menit
Presiden PT Indofast Agro Nusantara Dr. Eko Pranyoto Kenalkan DOGUMON di Lahan Riset Timun Mas Banyuwangi
Banyuwangi – Presiden PT Indofast Agro Nusantara, Dr. Eko Pranyoto, memperkenalkan inovasi pupuk DOGUMON di lahan riset tanaman timun mas yang berlokasi di Desa Wadungdolah, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, dengan kondisi tanaman yang saat ini telah memasuki umur sekitar 36 Hari Setelah Tanam (HST). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Dalam kunjungannya ke lahan riset, Dr. Eko Pranyoto menjelaskan bahwa DOGUMON dikembangkan untuk membantu pertumbuhan tanaman sejak fase vegetatif hingga generatif. Formula produk ini dirancang untuk mendukung perkembangan akar, memperkuat batang, menjaga kesehatan daun, serta membantu pembentukan bunga dan buah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Hasil pengamatan di lahan riset di Desa Wadungdolah, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, menunjukkan pertumbuhan timun mas yang sangat baik. Tanaman tampak hijau, batang berkembang kokoh, dan bakal buah mulai terbentuk. Tim riset PT Indofast Agro Nusantara akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi hingga masa panen guna mengetahui efektivitas penggunaan DOGUMON secara menyeluruh. Dr. Eko Pranyoto berharap hasil riset ini dapat menjadi referensi bagi para petani hortikultura, khususnya di Banyuwangi dan wilayah lainnya, dalam menerapkan teknologi budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan hasil panen. Melalui kegiatan riset di Banyuwangi ini, PT Indofast Agro Nusantara kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pertanian yang mendukung kemajuan sektor pertanian nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.red
Redaksi AIN
Penulis

Redaksi AIN

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!