Jakarta — Keberhasilan inseminasi buatan (IB) tidak cukup ditentukan oleh kualitas semen dan keterampilan inseminator. Kementerian Pertanian menegaskan, pakan berkualitas dan keseimbangan nutrisi menjadi fondasi penting keberhasilan reproduksi ternak.
Pesan itu disampaikan dalam Webinar Pakan Nasional Seri ke-9 bertema “Optimalisasi Nutrisi Pakan untuk Keberhasilan Inseminasi Buatan”. Forum tersebut menyoroti hubungan erat antara nutrisi, kondisi tubuh, kesehatan reproduksi, dan keberhasilan kebuntingan.
Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, mengatakan ternak yang hanya mendapatkan pakan untuk memenuhi kebutuhan hidup belum tentu memiliki kondisi optimal untuk bereproduksi. Kebutuhan energi, protein, mineral, vitamin, dan nutrien lainnya harus disesuaikan dengan kondisi serta fase reproduksi ternak.
Kementan juga mendorong pemanfaatan bahan pakan lokal dan teknologi pengolahan pakan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas nutrisi sekaligus efisiensi usaha peternakan.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Mansyur, menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi dan Body Condition Score (BCS). Kondisi tubuh yang tidak ideal dapat mengganggu hormon reproduksi, munculnya estrus, hingga keberhasilan kebuntingan.
Kepala Balai Inseminasi Buatan Lembang, Gun Gun Gunara, menambahkan bahwa keunggulan genetik hasil IB harus ditopang pakan, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan yang baik.
Pesannya jelas: IB bukan sekadar memasukkan semen unggul. Keberhasilan reproduksi dimulai dari ternak yang sehat, pakan yang tepat, dan manajemen yang benar.
Kombinasi ketiganya menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan populasi, produktivitas, dan daya saing peternakan nasional.
Sumber: Diskominfo
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!