Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di WilayahnyaPertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya
Potensi Kemarau dan Kekeringan Ancam Kasemen, Petani Terancam Gagal Tanam Padi MT 3
Redaksi AIN
• 01 Aug 2026• 47• 1•3 menit
Serang – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak pada sektor pertanian di wilayah Kasemen, Kota Serang. Kekeringan yang melanda kawasan tersebut membuat para petani diperkirakan tidak dapat menanam padi pada Musim Tanam (MT) 3 akibat minimnya ketersediaan air.
Salah seorang petani, Suriyah, mengungkapkan bahwa musim kemarau telah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Kondisi tersebut menyebabkan lahan pertanian mengering sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ditanami padi setelah panen MT 2 selesai.
"Sudah lama kemaraunya, sekitar dua atau tiga bulan," ujar Suriyah, Kamis (30/7/2026).
Menurut Suriyah, seluruh tanaman padi pada Musim Tanam kedua (MT 2) telah dipanen. Namun, hingga kini para petani masih menunggu hujan turun karena pasokan air irigasi belum mencukupi untuk memulai musim tanam berikutnya.
Kondisi ini menjadi perhatian karena apabila kemarau terus berlanjut, produktivitas pertanian di wilayah Kasemen berpotensi menurun dan berdampak pada hasil panen serta pendapatan petani.
Komentar
Semangat membangun bangsa dari pertanian