Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Teknologi

Potensi Kemarau dan Kekeringan Ancam Kasemen, Petani Terancam Gagal Tanam Padi MT 3

Redaksi AIN Redaksi AIN • 01 Aug 2026 • 47 • 1 • 3 menit
Potensi Kemarau dan Kekeringan Ancam Kasemen, Petani Terancam Gagal Tanam Padi MT 3
Serang – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak pada sektor pertanian di wilayah Kasemen, Kota Serang. Kekeringan yang melanda kawasan tersebut membuat para petani diperkirakan tidak dapat menanam padi pada Musim Tanam (MT) 3 akibat minimnya ketersediaan air. Salah seorang petani, Suriyah, mengungkapkan bahwa musim kemarau telah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Kondisi tersebut menyebabkan lahan pertanian mengering sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ditanami padi setelah panen MT 2 selesai. "Sudah lama kemaraunya, sekitar dua atau tiga bulan," ujar Suriyah, Kamis (30/7/2026). Menurut Suriyah, seluruh tanaman padi pada Musim Tanam kedua (MT 2) telah dipanen. Namun, hingga kini para petani masih menunggu hujan turun karena pasokan air irigasi belum mencukupi untuk memulai musim tanam berikutnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena apabila kemarau terus berlanjut, produktivitas pertanian di wilayah Kasemen berpotensi menurun dan berdampak pada hasil panen serta pendapatan petani.
Redaksi AIN
Penulis

Redaksi AIN

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Arif
Arif 1 month ago

Semangat membangun bangsa dari pertanian