MALANG — Perjalanan Luthfin Abidah menjadi gambaran bahwa pendidikan di bidang peternakan dapat menjadi bekal untuk membangun karier hingga ke tingkat internasional. Lulusan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut kini berkarier di Australia.
Luthfin Abidah menempuh pendidikan di bidang peternakan di UMM sebelum melanjutkan langkahnya ke dunia kerja. Pendidikan yang dijalani menjadi salah satu bekal dalam memahami sektor peternakan sekaligus menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Karier di Australia menjadi bagian penting dari perjalanan profesional Luthfin. Untuk bekerja di lingkungan internasional, lulusan tidak hanya dituntut memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai, tetapi juga kemampuan beradaptasi, keterampilan teknis, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi budaya dan sistem kerja yang berbeda.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa peluang bagi lulusan peternakan tidak terbatas pada lapangan kerja di dalam negeri. Kompetensi di bidang peternakan juga dapat dikembangkan untuk mengikuti kebutuhan industri di berbagai negara.
Meski demikian, keberhasilan berkarier di luar negeri tidak terlepas dari proses dan tantangan. Persaingan kerja, kemampuan bahasa, penyesuaian lingkungan, serta pemenuhan persyaratan kerja menjadi sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan oleh calon tenaga kerja Indonesia yang ingin meniti karier internasional.
Kisah Luthfin Abidah menjadi contoh bahwa pendidikan vokasi maupun akademik di sektor peternakan dapat menjadi pijakan untuk membuka peluang lebih luas. Namun, capaian setiap individu tetap dipengaruhi oleh kompetensi, pengalaman, kesempatan, dan proses yang dijalani.
Perjalanan dari bangku Peternakan UMM hingga berkarier di Australia menjadi catatan bahwa sektor peternakan memiliki ruang pengembangan karier yang luas, sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Rof/hum/red
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!