Jakarta – Penguatan sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia sekaligus memperkuat swasembada pangan.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding dalam Seminar Nasional Perikanan dan Kongres HIMAPIKANI ke-XVII di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Karding menyebut Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau, wilayah perairan sekitar 6,4 juta kilometer persegi, potensi ikan tangkap sekitar 12,01 juta ton per tahun, serta lahan budidaya sekitar 17,91 juta hektare.
Namun, besarnya potensi tersebut tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa dukungan SDM yang kompeten.
“Potensi besar tanpa SDM unggul tidak akan optimal. Teknologi tanpa SDM kompeten tidak berdampak,” ujar Karding.
Menurutnya, SDM berperan meningkatkan produktivitas, mendorong penerapan AI, IoT dan digitalisasi, mengembangkan industri hilir, serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Karding menegaskan pembangunan sektor perikanan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan infrastruktur. Investasi pada manusia menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan pangan nasional.
“Swasembada pangan laut hanya bisa tercapai jika SDM kita unggul, adaptif, inovatif, dan berintegritas,” tegasnya.
Ia juga mendorong mahasiswa perikanan dan kelautan menjadi bagian dari generasi yang mampu menghadirkan inovasi serta solusi bagi masa depan sektor kelautan Indonesia.
ja/ta
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!